APA
ITU REKLAMASI ?
Secara umum, reklamasi dideskripsikan KBBI sebagai kegiatan pengurukan tanah dari dasar sungai atau laut. Termasuk didalamnya kegiatan pembentukan daratan buatan atau pemanfaatan lahan nggak terpakai. Nah, karena berhubungan langsung dengan bentuk alamiah lingkungan, kegiatan ini perlu disertai bermacam izin sebelum bisa dilakukan.
Beberapa Izin itu misalnya izin Detail Engineering Design (DED), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RPL) dan sebagainya. Hasil penelitian awal itulah yang bakal menentukan sebuah proses reklamasi layak dilakukan atau tidak. Izin tersebut diberikan oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLDH).
OPINI SAYA TENTANG REKLAMASI PANTAI
DI JAKARTA :
Jadi
menurut saya, Reklamasi pantai di Jakarta itu harus dilakukan karena beberapa hal berikut ini :
1.Banjir di Jakarta Dapat Ditanggulangi dengan Reklamasi
Berdasarkan hasil penelitian Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD), penurunan muka tanah di Jakarta mencapai 18 sentimeter per
tahun. Hal ini akibat ekstraksi atau pencurian air tanah oleh pengelola
gedung-gedung bertingkat maupun perumahan.
Hal ini tak luput dari pengamatan para
pemimpin DKI, termasuk Ahok. Ahok setuju untuk memperpanjang perizinan
reklamasi dari Gubernur terdahulu, yakni Fauzi Bowo. Jangan tanya mengapa Ahok
tidak menghukum tegas pelaku praktik ekstraksi air tanah dan malah membangun
pulau baru serta tanggul raksasa di Pantai Utara Jakarta. Saya sendiri bingung
menjawabnya.
2. Jakarta adalah
Kota Maju
Impian pasangan Jokowi-Ahok saat
kampanye dan terpilih sebagai pemimpin DKI pada tahun 2012 adalah mewujudkan
Jakarta Baru. Jakarta yang bersih, rapi, modern, nyaman, aman, dan tentunya
bebas dari praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme.
Jokowi maupun Ahok mempertimbangkan untuk
melanjutkan atau tidak memperpanjang beberapa program wrisan pemimpin
sebelumnya. Normalisasi sungai dan waduk, perombakan pelayanan dan transportasi
publik, serta reklamasi Pantai Utara merupakan program-program yang harus
dilanjutkan untuk kepentingan warga Jakarta.
Jakarta butuh itu semua, butuh identitas
untuk diakui sebagai salah satu kota maju di dunia. Cerita lama Jakarta kumuh,
penuh pohon bambu dan kelor, dan ketinggalan zaman tidak perlu diulang kembali.
Jakarta tak hanya akan selevel dengan Rotterdam atau Singapura, kota yang
berusia 488 tahun itu akan bersaing dengan Manhattan, Dubai, Tokyo, Hong Kong,
atau bahkan Atlantis.
3. Profesi Nelayan Harus Dilenyapkan
Apa yang ada di benak Anda ketika
membayangkan nelayan di Jakarta Utara? Apakah yang Anda bayangkan adalah
pria-pria gemuk berpakaian rapi, melaut dengan kapal dan peralatan modern, dan
hasil tangkapan mereka berupa ikan-ikan berukuran jumbo?
Sayangnya, tampilan mereka tidak sekeren
yang Anda bayangkan selama ini. Mayoritas nelayan tidak mengindahkan penampilan
mereka, bahkan cenderung kotor dan lusuh. Hasil tangkapan mereka pun tidak
semewah sebagaimana yang ada di acara televisi, beberapa di antaranya ikan teri
galer, belanak, kembung, dan kerang hijau yang konon terkontaminasi logam dan
limbah berbahaya lainnya.
Nelayan harus dibuat susah melaut dan menangkap
ikan, kalau perlu buatkan jalur melaut yang cukup jauh supaya mereka kehabisan
waktu dan bahan bakar. Pelan-pelan mereka akan sadar bahwa mereka merugi karena
sulit menangkap ikan, apalagi menjualnya di pasar. Jika sudah tidak betah,
mereka akan berpindah tempat dan beralih profesi. Jadi agen properti misalnya.
Warga Jakarta akan merasakan manfaat proyek
reklamasi dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang. Tidak ada kepastian
sukses maupun gagal sebelum proyek benar-benar rampung. Apabila berhasil,
Jakarta akan bebas dari banjir. Apabila gagal, warga Jakarta akan dipindahkan
ke pulau-pulau buatan hasil reklamasi supaya tidak ikut tenggelam, tentunya
dengan membayar uang sewa.
KESIMPULAN
Nah, jika Anda masih menolak reklamasi Pantai Utara Jakarta, mohon
pertimbangkan lagi. Karena Reklamasi
ini akan membawa banyak perubahan untuk kota Jakarta, membawa angin segar bagi
pengembang dan kolektor properti, menampik eksistensi warga kelas bawah, serta
mengesampingkan kerusakan lingkungan dan sumber air bersih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar